Training lagi

Alhamdulillah masih bisa ikutan training lagi..cuma sayangnya badan ini kurang sehat, hehehr..masih bisa demam juga ternyata. Padahal disini udaranya bersih, mungkin kaget dengan udara jakarta yang panas dan dan banyak polusi. Disinki menemui udara yang masih segar dan dingin. Hehe… karena faktor usia kah yang bikin badan gak fit begini?? Hemmm sepertinya kudu pasokan gizinya ditambah lagi biar gak mudah sakit.

Tempat training ini di pusdiklat dimana dulu kami mengikuti pembidangan pembangkitan, di plonco sama tentara dalam acara bela negara, kudu bangun n mandi jam 3 pagi di air yang sedingin es — kulkasnya segedé apa ya, sampe.airnya sedingin itu– .

Kalau mengingat masa itu, 3 tahun yang lalu, selalu menjadi kenangan yang gak akan terlupakan. -alhamdulillah sudah selama itu bekerja-  saat masa masa awal perjuangan, bertemu orang orang baru, tempat baru, sistem yang baru..

Jika dibandingka  3 tahun yang lalu.,sudah banyak perubahan di tempat diklat ini. Bangunan sudah.banyak yang di rapikan dan dipasang keramik.sehingga terlihat lebih bersih, gerbang.depan tempat dulu “mbakso” sudah berganti.dengan taman dan plang papan nama yang lebih bagus. Ku gak bisa ikut merasakan kamar penginapannya, yang dulu saat pembidangan harus diisi 10 orang dalam satu kamar dengan8 kasur.busa… hehe, bisa dibayangkan tidurnya sudah kayak sarden. Tapi sepertiny sekarang sudah lebih baik, mungkin cuma diisi 4 orang dengan tempat tidur tingkat.

Masa awal perjuangan, sebuah kisah klasik untuk masa depan.

SEMANGAT….SEMANGAT… SEMANGAT..

belajar menyelam

dapat kesempatan buat belajar lagi…belajar tenggelam. hehe.. buakn koq, cuma kesempatan tuk ambil photo didalam air.

hehe, wajah yang aneh saat menyelam, memang perlu belajar lagi sebelum bisa diving. buat ambil sertifikatnya aja di pulau ini paling gak perlu biaya 1 juta.. sebuah nilai yang cukup besar.

 

Melintasi pulau Jawa

Akhirnya kesampaian juga naik kereta dari ujung timur pulau Jawa, walaupun bukan jalur dari Banyuwangi…. sehabis magang di Gresik, masih ada waktu tuk mencoba jalur utara ini. Kalo maunya sie lewat jalur selatan trus mampir jogja… hmm, mungkin lain waktu kesempatan itu.

image

Belum bisa menemukan papan nama stasiun yang ada sejak pertama, yang terdapat informasi ketinggian stasiun dari muka laut..

Posting dari Android

Stand up comedy

Yg jadi daya tarik di cafe sekarang bukan lagi wifi ataupun menu yang enak, tetapi steker listrik, a.k.a colokan. Penyakit BB steorosis, gara gara dibanyak tempat orang sering menunduk buat liat smartphonenya dalam jeda waktu yang sebentar. saat berjalan, di dalam ruangan,

Smartphone harusnya buat orang orang yang smart, tapi jangan khawatir, karena gak semua pengguna smartphone adalah orang-orang yang smart, terbukti dengan kejadian antrian membeli smartphone , ada korban yang pingsan dan patah tulang…

Panji:: apa yg ditulis di internet harus bisa fiperranggungjawabkan

Posting dari Android

Liputan On off

Pesan pak Anis Baswedan, penggagas Indonesia Mengajar. Pelihara stamina fisik, mental, intelektual. Jangan berfikir seperti kolonial, yang hanya berfikir tentang sumber daya alam. Yang tau jumlah mineral dari pada jumlah guru dan sekolah di indonesia. Semangat optimisme ingin disebarkan melalui program ini. Bagaimana membuat warga Indonesia yang ada di daerah pelosok itu ikut merasakan semangat optimisme ini melalui Indonesia mengajar.Sedikit talkshow diacara Kick Andy yang menampilkan tentang Indonesia Mengajar, para pemuda-pemudi yang dikirimkan kepelosok Indonesia untuk menyebarkan ilmu dan pendidikan, dengan semua cerita suka dukanya.

Ir. Soekarna dan Dr. Moh. Hatta ketikaa awal kemerdekaan membangun negara ini dengan optimisme, dimana semua peluang pesemisme ada. Saat itu jika seorang pemuda diberi bambu maka dapat ia gunakan untuk berperang, beri ia senapan maka dengan gagah berani ia akan maju bertempur di medan perang. Tapi coba beri ia kertas dan Pensil untuk menuliskan namanya sendir, maka ia akan menyerah. Saat itu pendidikan Indonesia belum banyak . Jumlah sekolah setingkat SMA saat itu di Indonesia baru 90an sekolah. masih kurang dibandingkan luasnya wilayah dan banyaknya warga negara. Tetapi dengan semangat Optimisme ini, Indonesia pelan-pelan dibangun. Semangat sumpah pemuda juga patut ditiru. Bagaimana saat itu pemuda bersatu untuk menyatukan bahasa yanag digunakan sehingga dengan begitu, semua suku dapat berbahasa yang satu. Jika dibandingkan dengan luasnya Indonesia dan ribuan suku bangsa, betapa sangat merepotkan jiak satu bahasa harus di translatekan, di alihabahakan ke bahasa saerah masing masing jika akan menyampaikan suatu berita. Berapa banyak waktu dan biaya yang terbuang,  kosakata yang hilang karena tidak ada padanan kata yang sesuai sehingga bisa saja ada berita yang hilang.

Posting dari Android