Feeds:
Tulisan
Komentar

jalan lagi

Pesanggaran-Ubung-Gilimanuk-Ketapang-Situbondo-Madiun-Solo-Klaten dan akhirnya tiba di Yogya. 20 jam dalam bis. huff

sebuah pesan darimu.

lewat sebuah lagu ini pesan ini dirimu kirimkan:


Apa tak bosan kau terus sakiti aku
Namun ku tetap mencoba bersabar
Tapi manusia memiliki batas rasa
Jika kau lakukan berulang-ulang

Reff:
Jangan kau ganggu aku dulu
Aku tak ingin bertemu kamu
Ku harap kamu akan berubah
Jangan hubungi aku dulu
Aku tak ingin kau ganggu dulu
Sekarang kau pikirkan salahmu

Coba kau pikir mengapa aku begini
Aku merasa kau takkan setia

Back to Reff:

Aku mengalah dan putuskan semua
Ku ingin kau sadari

baiklah, jika itu jadi permintaanmu, semoga tidak ada yang menangis lagi, marah lagi, semoga.

banyak sekali pelajaran di akhir minggu ini, pokok bahasannya masih tentang hati. Liat di pameran buku, yang banyak di gelar yo buku-buku mengenai hati juga. .. trus???

kenapa ku tak mengerti juga???

nokturnal

menyusuri jalan malam ini, mengingatkan kebiasaan dulu, mnyusuri jalanan dengan GL, teman seperjuangan. menjelajahi tempat-tempat yang ramai maupun sepi, buat menikmati ramainya kota maupun sepinya kampung.

saat sepi yang damai, tenang, tanpa kebisingan klakson dan asap kendaraan, hanya sinar bulan yang menerangi malam di tepian kampung,sambil mendengar nyanyian jangkrik dan mahluk malam lainnya.

menikmati keramaian jalanan, sambil duduk ditrotoar, ditemani segelas teh jahe dan nasi kucing, melihat kendaraan dan orang-orang yang lalu lalang, dengan segala kepentingannya.

saat-saat yang jarang kutemui saat ini.

Sekedar merefreshkan pikiran, mencoba mencari titik temu yang sedang menghilang……….

belajar dari kehidupan

aku bukanlah orang yang senang membaca buku, apalagi seneng bercerita..he.e..lebh senang mendengarkan cerita.. karena mumet keliling-keliling mencari headset buat hp yang gek ketemu-ketemu, maklum ..–hape buatan lokal import jadi gak banyak yang sedia spare partnya– mampirlah ke toko buku buat cari  ”tombo” kesel.. he..he, ketemu buku yang judulnya  ’Belajar dari kehidupan’. Buku  in berisi cerita-cerita yang diakhirnya disertai hikmah dari cerita tersebut. Cerita- cerita tersebut memang cerita sederhana yang banyak terjadi disekitar kita dan mungkin biasa kita lihat, tapi kadang kita tak berfikir apa  yang ada dibalik kisah kehidupan itu. Buat yang pernah baca buku Setengah Kosong dan Setengah Isi, Fullfiling Your Life, Melihat dengan Jendela Hati, mungkin cerita-cerita disitu mirip semua, berisi tentang cerita disekitar kita.

Dari jalan-jalan diblog, nemu blog yang dibuat oleh Bayu Gawtama, sang penulis Buku, belajar dari kehidupan, yang mempunyai tagging: Jika setiap tempat adalah sekolah maka setiap orang adalah ilmu.. he..he.. sama dengan tagging blogku, setiap tempat adalah sekolah, mungkin untuk lengkapnya adalah setiap buku adalah ilmu, setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Kata-kata ini kudapat saat inisiasi kampus dulu. 

Jadi.. mari belajar dari kehidupan, karena kita tidak akan mampu mengalami semua peristiwa itu, kita dapat belajar dari cerita-cerita itu tanpa harus mengalaminya sendiri. karena setiap orang adalah guru, setiap buku adalah ilmu, setiap tempat adalah sekolah.

first day

rame bgt di lantai tiga, dengan semua kesibukan masing-masing dan ku dapat pesan hari ini, jangan terlalu ikut-ikutan dengan yang sudah senior-senior itu.. :D
ha..ha..
tapi lumayan kemarin, acara di yogya, dengan semua cerita-ceritanya, sedikit memperbaiki yang kurasa sudah mulai berubah. semoga.

roda tiga lagi ..

 

dapat kesempatan menginjakkan kaki di tanah Sumatera utara lagi..dengan tugas yang sama…hmm, nanti lah cerita tentang turbinnya, sekarang lihat dulu di sekitanya..

ternyata desain kendaaran roda tiga banyak macamnya di tanah air ini. Dipostingan sebelumnya mengenai kendaraan roda tiga di daerah Pare-Pare, sekarang di daerah Sumatera Utara. Bagi sebagian orang itu mungkin sudah biasa, tapi jika dibandingkan dengan daerah lain, tentu ada hal-hal yang berbeda. Untuk daerah medan, yang banyak kutemui bentornya menggunakan motor H**nda Win.

 

bentor

bentor

DSC00474 (WinCE)
kapasitas penumpangnya lebih dari 2 orang, karena bisa naik di belakang pengemudi dan ada sedikit tempat pada bagian depan kabin enumpang yang bisa diduduki..he.. he. , benar2 jadi angkutan massal.
Becak dengan penggerak kereta angin juga terdapat disini. spertinya becak ini mirip dengan model becak di India, dan juga pernah jadi salah satu bentuk becak dalam lomba desain Becak Wisata yang dulu diadain oleh anak-anak mesin UGM, tahun berapa ya, sekitar 2001-2002 kalau gak salah.

 

 

 

 

becak dayung.

becak dayung.

kalau becak yan gini sering di modifikasi untuk membawa barang juga, dengan membuat kabin penumpangnya menjadi kabin barang.

 

 

 

di daerah Porsea, ku mulai menemui Bentor yang menggunakan motor Vespa sebagai penggeraknya, menyesuiakan dengan daerahnya yang berbukit-bukit, jalanan naik dan turun.

 

 

lagi ngetem

lagi ngetem

yang menarik adalah ketika perjalan menuju ke Sumbar.  di daerah padang sidempuan, lihat lagi bentor dengan desain- desain yang menarik. Kabin penumpang dibuat tampilannya seperti angkot-mikrolet, dan kebnayakan menggunakan Vespa unutk motornya.. he.he  kira-kira gimana ya komentar para penguna Vespa kalau melihat motor mereka dimodf jadi begini…?

bentor apik..

bentor apik..

 

apik..

apik..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tampak body belakang

tampak body belakang

hem ..kalo semua bentor isa dibikin begitu desainya, bisa jadi kendaraan wisata ini, gak cuma untuk angkutan keliling kota.. he..he..

Tulisan Sebelumnya »