aku bukanlah orang yang senang membaca buku, apalagi seneng bercerita..he.e..lebh senang mendengarkan cerita.. karena mumet keliling-keliling mencari headset buat hp yang gek ketemu-ketemu, maklum ..–hape buatan lokal import jadi gak banyak yang sedia spare partnya– mampirlah ke toko buku buat cari ”tombo” kesel.. he..he, ketemu buku yang judulnya ’Belajar dari kehidupan’. Buku in berisi cerita-cerita yang diakhirnya disertai hikmah dari cerita tersebut. Cerita- cerita tersebut memang cerita sederhana yang banyak terjadi disekitar kita dan mungkin biasa kita lihat, tapi kadang kita tak berfikir apa yang ada dibalik kisah kehidupan itu. Buat yang pernah baca buku Setengah Kosong dan Setengah Isi, Fullfiling Your Life, Melihat dengan Jendela Hati, mungkin cerita-cerita disitu mirip semua, berisi tentang cerita disekitar kita.
Dari jalan-jalan diblog, nemu blog yang dibuat oleh Bayu Gawtama, sang penulis Buku, belajar dari kehidupan, yang mempunyai tagging: Jika setiap tempat adalah sekolah maka setiap orang adalah ilmu.. he..he.. sama dengan tagging blogku, setiap tempat adalah sekolah, mungkin untuk lengkapnya adalah setiap buku adalah ilmu, setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Kata-kata ini kudapat saat inisiasi kampus dulu.
Jadi.. mari belajar dari kehidupan, karena kita tidak akan mampu mengalami semua peristiwa itu, kita dapat belajar dari cerita-cerita itu tanpa harus mengalaminya sendiri. karena setiap orang adalah guru, setiap buku adalah ilmu, setiap tempat adalah sekolah.


wah belajar kehidupan berapa SKS kun?
gak pake itungan SKS pakde, kayaknya tu sepanjang hayat, masi terus belajar, yo..jadi pelajar abadi.