hampir tiap hari ku jumpa mereka, para penjelajah jalanan. dengan gerobak kecilnya yang mereka dorong, tak jemu jemu mereka berteriak, memberitahukan keberadaan mereka. apakah tak ada cara lain tuk memberitahukan keadaan mereka itu selain dengan berteriak?? tak bisa ku menghitung berapa ratus kali kata-kata yang sama harus di teriakkan, sepanjang jalan?? bisa jadi sudah terekam otomatis dimemori mereka untuk satu kata itu.
membayangkan ku berada diposisi mereka, dan membandingkan dengan keadaanku kini, Alhamdulillah ya Alloh, atas rezeki yang engkau berikan, semoga ku bisa selalu bersyukur atas nikmatmu.
so, buat diriku, melangkah dengan semangat ya…

semangat juga
aku sdh bnr2 g bs mikir mengenai keadilanNya…mgkn itulah salah satunya sbg pembelajran utk qta
gak akan sampai kemampuanku tuk berfikir k situ.. hanya mampu bersyukur.