Feeds:
Tulisan
Komentar

penjelajah jalanan

hampir tiap hari ku jumpa mereka, para penjelajah jalanan. dengan gerobak kecilnya yang mereka dorong, tak jemu jemu mereka berteriak, memberitahukan keberadaan mereka. apakah tak ada cara lain tuk memberitahukan keadaan mereka itu selain dengan berteriak?? tak bisa ku menghitung berapa ratus kali kata-kata yang sama harus di teriakkan, sepanjang jalan?? bisa jadi sudah terekam otomatis dimemori mereka untuk satu kata itu.

membayangkan ku berada diposisi mereka, dan membandingkan dengan keadaanku kini, Alhamdulillah ya Alloh, atas rezeki yang engkau berikan, semoga ku bisa selalu bersyukur atas nikmatmu.

so, buat diriku, melangkah dengan semangat ya…

gak boleh menghubungi, gak boleh komen, gak boleh nulis apapun ditempatnya dan finally, di delete.

terlalu banyak kesalahanku, sebuah konsekuensi yag harus ditanggung.

tapi, Enyong gak mau terima,.. tetep ngeyel bae, Nyong. yo ra Kang??

e yo, bukune tak titipke di warung. jo kelalen.

ada sharing knowledge tentang pembangkitan, saat ini tentang PLTD, daripada hilang, lebih baik ditulis disini, biar bisa mengingat.
Yang dibahas baru sebatas mengenai crankshaft PLTD, yang hampir jadi gawean sehari-hari disini. hal-hal yang disampaikan berdasarkan pengalaman yang didapat dilapangan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengecekan sebuah crankshaft PLTD adalah:
- ovality. toleransinya sebesar 0,04 mm
- kekerasannya masih dibawah 350 HV, mengapa memakai satuan HV, karena alat ukurnya bisa dicari yang tidak merusak, untuk mesin dengan kapasitas kecil kekerasan maksimum bisa mencapai 400 HV untuk toleransinya.
- paralelismnya masih dalam toleransi; 0,04 mm
- Bendingnya masih dalam batas toleransi; 0,04 mm. karena tidak ada crankshaft yang tidak bending.
- osilasi masih dalam batas toleransi; 0,04 mm.
- roughness/ kekasarannya kecil, atau masih halus.
- tidak ditemukan cacat retak pada permukaannya.

tipe-tipe crankshaft:
- full hardening, semua mempunyai kekerasan yang homogen, dari permukaan hingga ke dalam.
- surface hardening, kekerasan hanya pada permukaannya saja.
- Nitriding hardening, digunakan pada mesin-mesin dengan kapasitas besar, diatas 4 MW, karena mempunyai kekerasan yang tinggi namun masih ulet. Untuk mendapatkannya dengan cara perlakuan panas hingga 600 derajat, lalu disemprotkan gas nitrogen. Kekerasan pada permukaannya akan didapat sedalam 1-2 mm

jalan lagi

Pesanggaran-Ubung-Gilimanuk-Ketapang-Situbondo-Madiun-Solo-Klaten dan akhirnya tiba di Yogya. 20 jam dalam bis. huff

sebuah pesan darimu.

lewat sebuah lagu ini pesan ini dirimu kirimkan:


Apa tak bosan kau terus sakiti aku
Namun ku tetap mencoba bersabar
Tapi manusia memiliki batas rasa
Jika kau lakukan berulang-ulang

Reff:
Jangan kau ganggu aku dulu
Aku tak ingin bertemu kamu
Ku harap kamu akan berubah
Jangan hubungi aku dulu
Aku tak ingin kau ganggu dulu
Sekarang kau pikirkan salahmu

Coba kau pikir mengapa aku begini
Aku merasa kau takkan setia

Back to Reff:

Aku mengalah dan putuskan semua
Ku ingin kau sadari

baiklah, jika itu jadi permintaanmu, semoga tidak ada yang menangis lagi, marah lagi, semoga.

banyak sekali pelajaran di akhir minggu ini, pokok bahasannya masih tentang hati. Liat di pameran buku, yang banyak di gelar yo buku-buku mengenai hati juga. .. trus???

kenapa ku tak mengerti juga???

nokturnal

menyusuri jalan malam ini, mengingatkan kebiasaan dulu, mnyusuri jalanan dengan GL, teman seperjuangan. menjelajahi tempat-tempat yang ramai maupun sepi, buat menikmati ramainya kota maupun sepinya kampung.

saat sepi yang damai, tenang, tanpa kebisingan klakson dan asap kendaraan, hanya sinar bulan yang menerangi malam di tepian kampung,sambil mendengar nyanyian jangkrik dan mahluk malam lainnya.

menikmati keramaian jalanan, sambil duduk ditrotoar, ditemani segelas teh jahe dan nasi kucing, melihat kendaraan dan orang-orang yang lalu lalang, dengan segala kepentingannya.

saat-saat yang jarang kutemui saat ini.

Sekedar merefreshkan pikiran, mencoba mencari titik temu yang sedang menghilang……….

belajar dari kehidupan

aku bukanlah orang yang senang membaca buku, apalagi seneng bercerita..he.e..lebh senang mendengarkan cerita.. karena mumet keliling-keliling mencari headset buat hp yang gek ketemu-ketemu, maklum ..–hape buatan lokal import jadi gak banyak yang sedia spare partnya– mampirlah ke toko buku buat cari  ”tombo” kesel.. he..he, ketemu buku yang judulnya  ’Belajar dari kehidupan’. Buku  in berisi cerita-cerita yang diakhirnya disertai hikmah dari cerita tersebut. Cerita- cerita tersebut memang cerita sederhana yang banyak terjadi disekitar kita dan mungkin biasa kita lihat, tapi kadang kita tak berfikir apa  yang ada dibalik kisah kehidupan itu. Buat yang pernah baca buku Setengah Kosong dan Setengah Isi, Fullfiling Your Life, Melihat dengan Jendela Hati, mungkin cerita-cerita disitu mirip semua, berisi tentang cerita disekitar kita.

Dari jalan-jalan diblog, nemu blog yang dibuat oleh Bayu Gawtama, sang penulis Buku, belajar dari kehidupan, yang mempunyai tagging: Jika setiap tempat adalah sekolah maka setiap orang adalah ilmu.. he..he.. sama dengan tagging blogku, setiap tempat adalah sekolah, mungkin untuk lengkapnya adalah setiap buku adalah ilmu, setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Kata-kata ini kudapat saat inisiasi kampus dulu. 

Jadi.. mari belajar dari kehidupan, karena kita tidak akan mampu mengalami semua peristiwa itu, kita dapat belajar dari cerita-cerita itu tanpa harus mengalaminya sendiri. karena setiap orang adalah guru, setiap buku adalah ilmu, setiap tempat adalah sekolah.

first day

rame bgt di lantai tiga, dengan semua kesibukan masing-masing dan ku dapat pesan hari ini, jangan terlalu ikut-ikutan dengan yang sudah senior-senior itu.. :D
ha..ha..
tapi lumayan kemarin, acara di yogya, dengan semua cerita-ceritanya, sedikit memperbaiki yang kurasa sudah mulai berubah. semoga.

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »