penting apa ingin?

Bedakan antara kebutuhan dan keinginan”

Apa beda kebutuhan dan keinginan?

Dari segi bahasa, “butuh adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa Anda

memang harus melakukan satu hal (apa pun itu) karena memang di-“butuh”-kan.

Misalnya, membayar ini atau membayar itu yang memang menjadi kebutuhan.

Sebaliknya, “ingin” menunjukkan bahwa tindakan yang Anda lakukan lebih

karena Anda memang meng-“ingin”-kannya.

Pada kenyataannya, “butuh” dan “ingin” juga memiliki perbedaan-perbedaan lain

yang sering kali tidak kita sadari sehingga kita sering melanggarnya. Pertama,

butuh” adalah satu hal yang harus kita prioritaskan, sementara “ingin” bisa

dilakukan dilakukan setelah yang “butuh” terpenuhi.

Namun faktanya, kebanyakan kita sering kali memakai uang untuk hal-hal yang

memang kita “inginkan” terlebih dahulu sebelum membeli hal-hal yang kita

butuhkan”. Jadi, pantas saja banyak orang yang sudah kehabisan uang bahkan

sebelum mereka membeli kebutuhan-kebutuhannya. Ini terjadi karena mereka

mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.

Kedua, “butuh” umumnya ada batasnya, tapi “ingin” biasanya tidak. Kebutuhan

membeli sembako, membayar transportasi, pulsa HP, pasti ada batasan rupiahnya,

jumlahnya pasti segitu-gitu saja. Akan tetapi, “ingin”, biasanya tidak ada

batasnya. Apa pun yang Anda lihat di toko atau mal saat ini bisa jadi Anda

inginkan. Bahkan setiap kali Anda datang ke toko atau ke mal, setiap kali itu juga

biasanya keinginan Anda untuk membeli jadi besar. Tidak ada jaminan bahwa

keinginan Anda setiap bulan akan terus sama jumlahnya kalau dilihat dari

rupiahnya. Bisa jadi lebih besar pada bulan tertentu, menurun di bulan depannya,

tapi meningkat dua kali dibanding bulan pertama pada bulan ketiga

Pada beberapa kasus adalah karena kita, selain mendahulukan keinginan daripada

kebutuhan, juga memiliki keinginan tidak terbatas. Padahal, kalau hanya

difokuskan pada kebutuhan, biasanya uang Anda cukup.

Ketiga, “butuh” biasanya tidak selalu Anda “inginkan” dan “ingin” biasanya tidak

selalu Anda “butuhkan”. Apa pun yang Anda beli karena Anda butuhkan seperti

sembako, membayar telepon, listrik, dan seterusnya tidak selalu Anda

inginkan. Beberapa di antaranya bahkan tidak Anda inginkan sama sekali, tapi

karena Anda butuh, ya Anda beli. Sebaliknya, barang-barang yang Anda beli

karena memang “ingin”, kadang-kadang tidak selalu Anda butuhkan, tapi toh

Anda beli juga karena memang Anda ingin.

(buku Safir Senduk

Jadi apakah kita sudah benar-benar memikirkan hal-hal yang kita beli,sesuatu yang kita pperlukan atau hanya yang kita inginkan.

Mungkin banyak di antara kita yang membeli sesuatu hanya berdasarkan keinginan kita, jadi kita belum bisa memanfaatkan benda-benda tersebut secara maksimal. Bersyukurlah mereka yang bisa memanfaatkan keuangan mereka untuk membeli sesuatu yang mereka butuhkan, sehingga terhindar dari pemborosan

Memang cukup sulit untuk membedakan halhal yang kita butuh dan kita inginkan, karena biasanya kita akan berusaha untuk membuat alasan sehingga seolah-olah hal tersebut menjadi sesuatu yang kita butuhkan.kadang kita sewaktu membeli yang kita inginkan, tidak memerlukan berfikir banyak, apalagi ketika kantong kita tebal, ya kan..

Tapi ketika keuangan terbatas, maka lebih mudah untuk membedakan hal-hal yang kita perklukan dibandingkan dengan hal yang kita inginkan.

Jadi, mari belajar kita membedakan hal-hal yang kita perlukan dengan hal-hal yang kita inginkan, sehingga kita dapat bijak dalam membelanjakan harta yang kita miliki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s