MUDIK

hari-hari menjelang hari raya Idul Fitri, sudah menjadi tradisi di Indonesia, buat mereka yang hidup di daerah perantauan, untuk berkumpul kembali dengan keluarga besarnya di kampung halaman. tradisi mudik ini bisa di bilnag sebuah pergerakan manusia dalam jumlah besar dalam suatu waktu. bisa dibayangkan berapa jumlah ornag yang lalu lalang di jala-jalan sekarang ini, yang bisa menyebabkan daerah jakarta yang demikian padat, bisa mendapatkan suasana lengang pada Idul Fitri. Apakah di negara lain juga ada ya tradisi mudik ini? atau hanya ada di Indonesia?

Jika melihat perjuangan untuk mudik, mungkin banyak orang yang akan berpikir dua kali sebelum berangkat, mulai dari mempersiapkan barang bawaan untuk oleh-oleh keluarga di kampung halaman, yang kalau di hitung satu-persatu mungkin gak cukup dibawa dalam satu tas, paling gak bawa kardus..:) trus, perjuangan di perjalanan, ketika akan mencari angkutan yang akan membawanya ke kampung halaman, mesti berjuang, berebut tiket,belum lagi ketemu dengan calo, yang menjual tiket dengan harga jauh di atas harga resmi. Memnag itu menjadi hak mereka untuk menjual tiket yang mereka punya kepada mereka yang mau membeli, dan seperti hukum pasar, jika permintaan bertambah danbarang jarang ada di pasaran, maka harga akan naik, mungkin itu juga berlaku untuk tiket mudik lebaran ini.

setelah mempunyai tiket, bagi mereka yang naik kereta ekonomi,masih harus berebutan lagi dengan penumpang lain, untuk mendapatkan tempat duduk, atau yang paling ekstrim adalah tempat berdiri, karena senua tempat sudah penuh. bahkan di kamar kecil dan daerah bordes kereta yang seharusnya bukan untuk tempat duduk, harus digunakan. untuk mendapatkan tempat duduk itu, tak jarang mereka harus masuk kedalam kereta beberapa jam sebelum jam keberangkatan kereta jadi mereka harus menunggu didalam gerbong kereta yang panas dan sumuk itu. Untuk masuk kedalam kereta pun tidak hanya pintu yang digunakan, lewatjendela yang sudah tidak ada kacanyapun bisa dilakukan, supaya bisa cepat masuk ke dalam kereta.

Dalam perjalanan pun, mereka yang naik kereta ekonomipun harus rela mengalah dalam menggunakan jalur kerta yang hanya satu, dengan mendahulukan mereka yang naik kereta eksekutif dan kereta bisnis. mereka baru bisa lebih dahulu jalan jika bertemu dengan kereta barang. Dalam perjalanannyapun jangan dibayangkan akan senyaman jika hari-hari biasa. Para pedagangpun masih tetap ada dalam kondisi kereta penuh sesak seperti itu malah sepertinya tiu semakin membuat dagangan mereka laris, karena yang membutuhkan banyak.

Setelah lelah dalam perjalanan itu, akhirnya sampailah juga di temapt yang dituju, berkumpul dengan sanak keluarga, bercengkrama dan bercerita tentang kehidupan mereka. Apalagi bisa bertemu dengan orang tua yang sangat disayangi, rasanya, semua lelah diperjalanan itu bisa terobati, apalagi ketika melihat mereka tersenyum menyambut kedatangan mereka yang pulang mudik.

Selesai sudah satu episode perjalanan mudiknya, untuk cerita balik ke tempat semula, di daerah rantau, nanti saja memikirkannya, lebih baik dinikmati dulu hari-hari dikampung halaman dan melupakan sejenak rutinitas kerja

Buat mereka yang mudik, selamat menikmati perjalanannya, temukan suasana baru dalam setiap perjalanan anda. sehingga perjalanan anda penuh dengan cerita.

Untuk yang mudik tapi cuma dekat saja, yo hati-hati di jalan, jangan mepet-mepet dengan waktu hari raya pulangnya walaupun dekat, karena dah di harap kedatangannya dirumah.

Untuk yang kampung halamannya jauh dan gak mudik, gak papa kan g mudik dulu, banyak koq temen-temen yang hari raya kali ini harus merayakan hari raya jauh dari kampung halaman, yang penting bisa ikut menikmati lebaran ini ya, dimanapun berada. dan yang jelas, cari tempat yang menyediakan opor ayam dan ketupat..:)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, 1928 H,

SEMOGA AMAL IBADAH KITA DI BULAN RAMADHAN DITERIMA, DAN MENINGGALKAN KESAN UNTUK DIBULAN-BULAN SELANJUTNYA

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

MUDIK…..MUDIK……..MUDIK…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s