dieng.. brrrr

Persiapan buat ke PLTP (Pusat Listrik Tenaga Panas bumi) Geodipa Energi. sudah membayangkan suasana yang dingin dulu sebelum mencapai kota ini.

Dieng, biasa disebut Dataran Tinggi Dieng terletak pada ketinggian 2100 mdpl, suhu udaranya berapa ya??hmm malam ini belum tau, karena nggak bawa themometer di kotak alat, jadi di kira-kira aja, sekitar 10 derajat mungkin. he..he rombongannya sudah pakai pakaian seragam daerah dingin,- kaus kaki, jaket, penutup kepala (ketu) dan sarung tangan.

Karena tadi siang belum bisa memulai tugas pengecekan turbinnya, jadi kembali lagi ke kota diengnya setelah pagi-pagi naik ke PLTP Dieng. Daripada bingung gak ada kerjaan di penginapan, menghilang aja sendirian, cari tukang ojek di pertigaan dan keliling kota dieng.. he..he.. let’s go.

papan penunjuk lokasi

papan penunjuk lokasi

Tempat pertama yang di kunjungi adalah telaga warna,konon telaga ini bisa berubah-ubah warna telaganya, bisa menjadi hijau, biru, maupun putih. Yang tercium disekitar telaga adalah aroma belerang. Bisa jadi air telaga mengandung belerang, karena tidak terlihat ada ikan di telaga ini. Rumput-rumput yang ada ditepi telaga juga tampak mengering.

tepi telaga

tepi telaga

Warna air telaga saat ku datang lagi berwarna biru kehijauan. karena suasana sepi, bisa melihat ke setiap sudut telaga tanpa khawatir terganggu. hmm kykny persis seperti orang hilang.. he

di tepi telaga

di tepi telaga

telaga warna ini ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, ada telaga pengilon, gua semar, batu tulis, gua sumur, gua jaran.. hmm kayaknya suasana cenderung mistis karena dibeberapa tempat dulunya buat semedi po yo?

Di Goa semar maupun gua sumur dan jaran, hanya berupa ceruk, bukan sebuah lubang yang cukup dalam untuk bisa di jelajahi.

Perjalanan lanjut ke kawah sikidang, dalam bahasa jawa artinya sikijang.

kawah sikidang

kawah sikidang

Konon kawah ini letaknya berpindah-pindah, jadi dianggap mirip kijang yang kijang. Untuk mencapai kawah ini dari lokasi parkir harus berjalan kaki, kalaupun mau nekad untuk membawa motor mendekati kawah, bisa aja, cuma resiko kena uap sulfur..he..he.

Berjalan mendekati kawah juga harus hati-hati. jangan sampai melewati bekas kawah yang lama, yang tanahnya masih basah. Bahaya terperosok. Tiupan angin dari kawah yang membawa uap sulfur juga harus diperhatikan, dan yang utama, hati-hati di bibir kawah.

pintu masuk

pintu masuk

Perjalanan berlajut ke kawasan candi. ada beberapa candi disini yang dibangun terpisah-pisah tempatnya. Candi Bima, Candi Gatotkaca dan candi kelompok Arjuna, yang mempunyai beberapa candi seperti Puntodewo, Srikandi, Arjuna. Kalau dilihat dari bentuk bangunannya, mirip candi candi di prambanan, hmm bisa jadi bercorak hindu. ( cuma menebak aja)

komplek arjuna candi arjuna

lumayan juga berpetualang keliling keliling di daerah sini, sendirian.. ha,,ha persis kayak orang hilang. Terakhir ditawari tuk melihat sunrise di puncak gunung, tapi kudu berangkat jam 4.30. dubrak. Berapa derajat suhunya jam segitu, mau bangun aja dah susah, apalagi kudu menahan suhu sedingin itu, kecuali dulu sewaktu masih hiking, dibela-belain buat liat sunrise di puncak gunung, jalan jam 3 yo di jalanin he…he.. perlu persiapan fisik lagi kayaknya… biar tetep sehat dan tetep semangat.

4 thoughts on “dieng.. brrrr

  1. he.he.. penginnya liat jadi biru aja, biar tambah adem… Narsis??bgt, foto – foto dewe pake timer, mesakke tenan, gak ono sing gelem moto, he…he..

    lha,ming menghilang sejenak, nek ngejak-ngejak ndak ono sing melu ilang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s