Jakarta kembali jadi kota Macetpolitan

setelah beberapa hari ditinggal para penghuninya untuk mudik ke kampung halaman masing-masing, hari ini kehidupan di jakarta kembali normal, jalan mulai macet, perempatan lampu merah penuh dengan kendaraan yang mengantri tuk menunggu lampu lalu lintas menjadi hijau, jalanan yang biasanya macet kembali macet.

Usai sudah waktu tuk merasakan udara jakarta yang bersahabat, tidak ada kemacetan, udara yang segar tanpa polusi dari asap kendaraan, tiada suara klakson yang saling bersahut-sahutan, yang sempat dirasakan pada hari-hari seminggu setelah hari raya idul fitri kemarin.

Para pemudik itu pasti mengenal lagu koes plus : kembali ke Jakarta, ya, walau lirik lagunya gak sesuai dengan tujuan masing-masing orang rantau yang datang ke jakarta, tetapi setidaknya  judul lagu itu masih sesuai.. hehehe..  piss

OK Kisanak, selamat datang di hutan beton, welcome to the jungle..  let’s make our dream come true.

:tapi Jakarta terancam tenggelam pada 2030 ya??? hufff, jadi ??

7 thoughts on “Jakarta kembali jadi kota Macetpolitan

    • hehe.. kembali kehidupan nyata unutk mereka yang mencari penghidupan di jakarta, yang sejenak melupakan penatnya ibukota dengan merefresh diri kembali ke kampung halaman, mereset pikiran yang telah terkena polusi ibukota.
      😀

  1. Alhamdulillah, heheheheheheheheheeee sampai detik ini cuman sempet ngrasain kerja di jakarta selama 2 bulan, habis ntu langsung cabut dah di tahun 2007. Memang jakarta hanya untuk orang2 yg sabar dan tangguh seperti dirimu kun & bendhol. Beberapa kali dinas ke jakarta sudah membuatku sangat stress melintasi jalan yg muacet rrruarr biasa, udara yg panas & polusi yg di atas ambang batas, bau air sungainya yg uenak, belum lagi berbagai perangai orang2nya yg bermacam2. tetapi tak bisa tidak, perputaran uang 70% indonesia ada di jakarta. Karena itu sebagai camat pakem kami menghimbau agar segera direalisasikan project 1000 angkringan laskar kinanti nya yaaaaaaaa🙂 agar kita segera bisa pulang ke kampung halaman & menjadi tuan di kampung sendiri, heheheheheheheeeee

  2. hehehe.. woke pak camat, segera dikumpulkan lagi para veterannya, buat melaksanakan aksi dan launching 1000 angkringannya.

    kalau sudah merasakan tinggal di jakarta, baru bisa merasakan perbedaan bagaimana kehidupan diperantauan dan di kampung halaman maupun di kota halaman ya… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s