balancing

1. cek posisi unbalance, liat sudut phase dan amplitudonya. gambarkan pada diagram polar, sebagai garis O
2. pasang trial weight, pada posisi sembarang. tandai arah putaran poros. posisi 90 O berlawanan dengan arah putaran poros
3. jalankan lagi, catat amplitudo dan sudut phasenya, gambarkan pada diagram polar.- sebagai garis OT
3. hubungkan kedua ujung garis, didapat panjang garis T. Gambarkan pada diagram polar.
4 . hitung massa akhir dengan perhitungan O/T * trial Weight.
5. ukur besar sudut antara OT, besar sudut menujukkan arah pergeseran massa dari letak trial wight . putaran mengikuti arah  pergeseran dari arah garis O-T

selagi ingat, mumpung masih hangat ilmunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s