Perjuangan Ibu ASI

Membaca tulisan tentang perjuangan ibu ASI yang berjudul ” Sekoper ASIP itupun terbang sejauh 700 km” , mungkin salah satu dari ribuan cerita dari Ibu- Ibu yang ingin memberikan ASI Eksklusif untuk buah hatinya. perjuangan untuk bisa memberikan ASI memang sebuah tantangan tersendiri bgi para ibu. Ada yang kesulitan untuk bisa ASI keluar sehingga harus diterapi dahulua dengan dipijat-pijat  sampai makan makanan yang bisa memperbanyak produksi ASI , misal daun katuk. perjuangan untuk membuat stok ASI bagi Ibu pekerjadengan  ASI perah sehingga ketika masuk kembali kerja, sang bayi masih mempunyai simpanan ASI yang dapat diminum ketika ia mulai lapar, dan tidak diberi dengan susu formula.

Dari banyak tulisan dari para pakar kesehatan yang pernah aku baca, ASI merupakan makanan yang sempurna untuk bayi, dan saya yakin semua orang pasti menyetujuinya dan mengetahuinya. Kandungan gizi ASI sesuai dengan tingkat perkembangan bayi – mulai dari kolostrum yang awal-awal keluar saat menyusui pertama kali hingga ASI berwarna putih,- mempunyai kandungan gizi yang berbeda sesuai perkembangan bayi.

Membuat stok ASI bagi ibu pekerja juga bukan perkara mudah. Disamping harus dipompa (menggunakan pompa alat bantu pompa ASI -manual maupun elektrik-, dan ada juga memerah menggunakan tangan). juga memerlukan ruang penyimpana yang khusus pula. ASI harus di bekukan  dan dalam wadah yang steril pula sehingga tidak membuat ASI menjadi rusak saat disimpan dan saat akan diberikna ke bayi.

Kadang yang membuat stress ibu-ibu baru adalah ASI yang keluar masih sedikit saat awal -awal kelahiran, sedangkan dalam bayangan mereka ASI yang keluar harus bisa banyak – segelas mungkin untuk sekali minum, – , meskipun bagibayi, ASI tersebut sudah cukup karena ukuran lambung bayi kira -kira baru sebesar kelereng saat pertama kali dilahirkan, Maka tidak perlu khawatir untuk ibu-ibu yang baru melahirkan jika ASI yang keluar sedikit, karena memang baru segitu kebutuhan bayinya.

Salut untuk ibu-ibu yang berjuang untuk memberikan ASI Eksklusif bagi bayinya. walau kadang terlihat bayi yang mengkonsumsi ASI tidak segemuk bayi yang mengkonsumsi sufor.

# sedikit mengetahui perjuangan rekan kantor -tiphe – yang sampai harus mengajak anaknya untuk ikut pergi keluar kota bersama pengasuhnya jika mendapat penugasan dari kantor, beruntung pimpinan kami memahami sehingga memberikan kelonggaran untuk tidak menugaskannya diawal-awal menyusui masa menyusui bayinya.

buat bundanya Bagas, tetap semangat yan buat memberikan ASI untuk Bagas.  – belajar menjadi Ayah ASI –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s