Kembali ke Titik Nol

Sudah lama mengikuti postingan video youtube tentang mas Saptuari Sugiharto, selain dari ustadz Salim A Fillah. apa mungkin karena asalnya dari jogja ya?? hehe… entahlah, cuma enak aja dengan cara penyampaianya. Karena diselingi dengan guyonan guyonan, jadi gak “spaneng “. Kebetulan kemarin menemukan postingan tentang seminar kembali ke titik nol, setelah di cari, sumbernya dari website salingsapa.com. hee… lumayan dapat kualitas video yang lebih bagus daripada yang awal ditemukan. Mungkin karena berniat untuk menyunting frame bagian luar dari videonya sehingga seperti terlihat terpotong. Berikut videonya :

ada cerita yang mirip dengan kisah mas saptuari, tentang pinjaman dari koperasi, yang bekerjasama dengan bank syariah. Cerita ini berkaitan dengan proses untuk mendapatkan sebuah rumah untuk berteduh, sehingga tidak perlu lagi mengontrak dirumah yang kalau saat hujan bocor. – buat kisah yang wajib dikenang – :D. Karena untuk pembelian itu tidak memungkinkan untuk KPR, setelah kesal dengan developer yang menawarkan ( ternyata hanya agen properti, bukan developer yang membangun rumah itu), akhirnya diupayakan untuk pembelian tanpa kredit. Dikarenakan jumlah dana yang belum mencukupi, diupayakan pinjaman dari beberapa pihak, salah satunya melaui koperasi yang bekerjasama dengan sebuah bank syariah, dengan pertimbangan berusaha menjauhi yang namanya bunga. Karena ilmu tentang riba yang belum banyak pada waktu itu serta kebutuhan yang cukup pendek waktunya serta syarat syarat yang mudah untk pinjaman itu serta angsuran tetap  tidak terpengaruh suku bunga, akhirnya disetujui juga untuk mengambil pinjaman tersebut. Seiring berjalannya waktu, terkumpulkan sejumlah dana yang dipikir pikir cukup untuk melunasi sisa pinjaman itu, jika dihitung untuk pokoknya. Karena asumsi awal, jika pinjaman melalui koperasi yang bekerjasama dengan bank syariah, maka bisa diupayakan pelunasan lebih cepat dengan perhitungan pokok pinjaman tanpa menghitung bagi hasil dan denda,

Mulailah bergerilya untuk mencari dimana bank syariah yang bekerjasama dengan koperasi itu, ketemu  dan dilanjut dengan diskusi, menyampaikan niatan awal untuk menanyakan tentang pinjaman dari bank tersebut yang bekerjasama dengan koperasi. Apa yang harus dilakukan jika kita berniat untuk melunasi hutang kita lebih cepat dari jangka waktu, bagaimana perhitungannya, dengan siapa harus dihubungi. Dan apa jawaban dari pihak bank? ternyata kerjasama antara bank dan koperasi dan koperasi dengan anggota merupakan kerjasama yang terpisah. Bank dengan koperasi kerjasama antar 2 lembaga, dan koperasi dengan anggota merupakan kerjasama yang beda. Jadi bank tersebut tidak ikut urun campur untuk penggunaan dana yang dipinjam oleh koperasi, jadi urusan nya langsung dengan koperasi. well. OK.. perjuangan masih panjang. Dilanjut dengan bertemu dengan pengurus koperasi. Cuma disini urusannya gak mulus, karena gak langsung ketemu dengan siapa yang mengurusi tentang pinjaman ini. Akhirnya ketemu langsung dengan pengurus yang berkompeten untuk hal ini, tapi ternyata dipihak koperasi, jika ingin melunasi pinjaman, tidak bisa hanya dihitung sisa pokok pinjaman, tetapi tetap sisa angsuran. ah sudahlah.. sudah gak mau berlama lama berurusan dengan pinjaman, ya sudahlah, segera habiskan saja. Nasehat buat yang akan melakukan pinjaman, mungkin sebelumnya ditanyakan jika akan melunasi lebih cepat, bagaimana skema dari mereka, apakah ada denda atau hitungannya bagaimana, dan dikuatkan dengan surat perjanjian. Sekian ceritanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s