tulisan buat ayah

Mencoba untuk menuliskan kembali postingan dari pak dosen, tentang parenting. Sumbernya dari postingan facebook ini   , berikut ini tulisan dari beliau

*KETIKA BAHU AYAH, SENYAMAN NENEN BUNDA*

Duhai para ayah, jika anakmu mulai curhat hal-hal paling pribadi dirinya, berbahagialah karena engkau telah merebut “kepercayaannya”. Sebab bisa jadi anakmu justru merasa nyaman curhat dengan temannya, apalagi jika temannya itu lawan jenisnya. Kepercayaan anakmu telah direbut oleh pihak yg sangat mungkin tak tanggungjawab, sekedar mencari kesenangan dunia muda. Perkara horor bisa bermula.

Rasa percaya dan nyaman itulah yg menjadikan Yusuf curhat pada ayahandanya Ya’kub.

Duhai para ayah, jika anakmu sudah mulai main rahasia-rahasia-an, kamarnya sering dikunci, hp/gadgetnya mulai tdk boleh disentuh buka ayahnya, dll, curiga-khawatirlah bahwa itu adalah sinyal penanda sesuatu yg horor sedang bermula. Privasi anak itu soal lain. Ini adalah soal keterbukaan antara anak dan ayah, kenyamanan saling berkomunikasi.

Saling terbuka rahasia dg nyaman itulah yg terjadi pada Ibrahim dan Ismail, sang ayah dan sang anak, demikian juga sebaliknya.

Duhai para ayah, jika bahumu sudah bisa menenangkan anakmu, bahkan saking nyamannya membuat anak terlelap, seperti tenangnya anak saat nenen (maaf diksinya sengaja vulgar) pada ibunya, keributan yg hanya bisa teredakan dg senjata pamungkas: “nenen”, bahkan melelapkannya hingga pulas. Maka berbahagialah duhai ayah, karena bahumu bisa menyamankan anakmu, senyaman nenen bunda, senyaman pelukan bunda. Karena bisa jadi bahumu yg menyamankan itu akan menjadi modal besar saat anak mencari kenyamanan di masa puber, saat anak mencari sandaran di persimpangan-persimpangan kritis fase pendewasaannya.

Maka siapkanlah bahumu untuk anakmu, buatlah ia nyaman di bahumu, maka engkau akan merasakan, betapa bahagianya menjadi ayah, melebihi bahagianya paper ilmiah yg diterima di jurnal internasional Q1.

Kapan anakmu menyandarkan kepalanya di bahumu? Kapan anakmu terakhir curhat padamu? Kapan terakhir kau usap lembut kepalanya? Kapan terakhir kali kau tatap jeli matanya bak bidadari itu? Kapan terakhir kali kau doakan anakmu, pada rintihan doamu yg paling syahdu?

 

Mengingatkan kembali jika anak anak membutuhkan sentuhan dari orang tuanya, tidak hanya minta dicukupi kebutuhan materinya. Sudah banyak postingan tentang apa yang diinginkan anak dari orang tuanya, beberapa tentu minta mainan , jajanan, dan sebagainya. Tetapi jika ditelusuri lebih lanjut, biasanya diujung permintaan itu, biasanya terselip meminta waktu untuk bersama orang tuanya.

Menggendong anak ketika kecil, bagi sebagian ortu baru biasanya dikomentari ” jangan sering di gendong, nanti bau tangan, maunya digendong terus “. ya, mungkin itu ada benarnya, tapi untuk balita, jika digendong orang tua itu merupakan sebuah kenyamanan, tentunya dia akan meminta. Mungkin saat dia sedang sedih, capek, marah dan suasana hati sedang tidak enak, hanya dekapan dalam gendongan orang tuanya lah yang bisa menenangkannya. Juga, kalau ada cowo/ bapak2 yang jalan jalan sambil menggendong anaknya, tidak akan turun peringkatnya jadi seorang cewe/ibu2.  Bahkan jika bisa membuat anak tidur dalam dekapanmu, itu sesuatu yang ‘wah’ menurutku.

Jika sedari kecil anak sudah nyaman dengan orang tuanya, merasa dekat dengan orang tuanya, tentunya akan mudah baginya tuk berbagi cerita dengan orang dekatnya.

Iklan

notebook lagi minta perhatian

awalnya sudah menduga kalau baterai notebook ini akan berakhir masa pakainya, terlihat dari estimasi pemakaian saat menggunakan baterai, yang terus menurun, tapi tidak mengira akan lebih cepat dari perkiraan. Dari yang semula bisa digunakan untuk 3 jam, tiba tiba statusnya langsung 0% dan tidak bisa charging saat dipasangkan colokan chargingnya. Pada indikator terlihat keterangan ” plugin not charging “. Berbekal video youtube untuk mengatasi masalah plugin not charging tersebut, seperti melepas baterai lalu menggunakan power adapter, selanjutnya uninstall dari device manager software yang mengatur baterainya, selanjutnya baterai dipasang lagi dan berharap sistem langsung mengenali dan langsung menginstall aplikasi management baterai nya, tetapi meski bolak balik sudah dilakukan, tetap saja statusnya “pluging not charging”. Ya sudahlah, ternyata cara tersebut belum berhasil.  Ikhtiar dilanjutkan ke service notebook, buat menanyakan permasalahan ini. Begitu ditempat service, langsung divonis ini baterainya yang bermasalah, tidak pada software. Well. berarti perburuan selanjutnya adalah baterai, dimana untuk tipe ini agak jarang toko yang memilikinya. Beberapa toko online yang dihubungi juga sedang kehabisan stok dan belum tahu kira kira kapan akan restok lagi. Bahkan ada toko yang menawarkan inden untuk baterai ini karena kebetulan ada rekannya sedang di cina sehingga bisa dititipkan untuk membawanya, hand carry , jika bisa, tetapi jika tidak lolos, mau tak mau harus menggunakan jasa ekspedisi yang bisa memakan waktu 4 s.d 6 minggu.. haduwh….. Tetapi akhirnya mendapat kabar baik, toko tersebut bisa dapat stok baterai yang aku cari, cuma ada 4 buah, jadi segera ditindaklanjuti dengan memburunya ke toko bersangkutan di mangga dua square. (IE depo laptop)

Tetapi rupanya sinoby memang lagi perlu perhatian banyak, ketika ditoko buat menanyakan jenis baterai noby, gak sengaja tas backpack yang dibawa jatuh, karena reflek buat mengambil tas yang mau jatuh, malah tangan satunya menyenggol si noby sehingga jatuh ke lantai..  “brakkk”. lumayan kencang suaranya. Mugkin kalau melihat kejadian itu, bisa campur aduk perasaan melihat noby jatuh  dan membentur lantai. Cek secara cepat, tidak ada kerusakan pada layar dan bagian lain, oke masih cukup tenang dan digunakan seperti biasa. Namun esok harinya, mulai menunjukan adanya perubahan pada engsel, mulai yang susah dibuka dan ditutup karena posisi layar seperti tidak simetris dengan keyboard, dan puncaknya  layar tidak bisa dibuka, karena seperti terlihat ada yang lepas pada bagian engsel. ya sudahnya, terpaksa harus dirawat inap di femtacom. Lumayan juga buat perbaikan baterai dan engsel ini… 😀

Kembali ke Titik Nol

Sudah lama mengikuti postingan video youtube tentang mas Saptuari Sugiharto, selain dari ustadz Salim A Fillah. apa mungkin karena asalnya dari jogja ya?? hehe… entahlah, cuma enak aja dengan cara penyampaianya. Karena diselingi dengan guyonan guyonan, jadi gak “spaneng “. Kebetulan kemarin menemukan postingan tentang seminar kembali ke titik nol, setelah di cari, sumbernya dari website salingsapa.com. hee… lumayan dapat kualitas video yang lebih bagus daripada yang awal ditemukan. Mungkin karena berniat untuk menyunting frame bagian luar dari videonya sehingga seperti terlihat terpotong. Berikut videonya :

Baca lebih lanjut

quote

Postingan dari grup WA

New York 3 jam lebih awal dari California, Tapi tidak berarti California lambat, atau New York cepat. Keduanya bekerja sesuai “Zona Waktu”nya masing-masing.

Seseorang masih sendiri. Seseorang menikah dan menunggu 6 tahun utk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahannya.

Seseorang lulus kuliah di usia 23 th, tapi menunggu 5 tahun utk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 26 th dan langsung bekerja.

Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50 saat yg lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 70th.

Setiap orang bekerja sesuai “Zona Waktu”nya masing-masing.

Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing.
Bekerjalah sesuai “Zona Waktu”mu.

Kolegamu, teman-teman, adik kelasmu mungkin “tampak” lebih maju. Mungkin yang lainnya “tampak” di belakangmu.

Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri, jalurnya sendiri, dlm waktunya masing-masing. Allah punya rencana berbeda untuk masing-masing orang. Waktu berbeda utk setiap orang. Obama pensiun dr presiden di usia nya yg ke 55, dan Trump maju di usianya ke 70.

*Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya…*

Itu “Zona Waktu” mereka.
Kamu pun berada di “Zona Waktu”mu sendiri!

Kamu tidak terlambat. Kamu tidak lebih cepat. Kamu sangat sangat tepat waktu! Tetaplah kejar keberkahan Allah…agar sampai pada muara kebahagiaan di surgaNya…

*Kamu di “Zona Waktu”mu*

Semoga Allah selalu Ridho dengan segala aktivitas kita… Aamiin.

DAN NASEHAT INI

Jalan sore

Mencoba suasana trotoar baru yang luas… Nyaman sekali buat pejalan kaki, tanpa takut jalan yang naik turun, berlubang, ataupun kendaraan yang parkir di trotoar (untuk saat ini)

Dalam perjalanan, menemukan prasasti seperti ini.


Ketemu di jalan juanda dago

Sebagai pengingat

 

Sayang kalau tidak diabadikan.

Dari fase pembuatan sudah sering kali lewat trotoar jalan ini jadi bisa merasakan perubahannya. Top dah buat pak wali. Semoga konsep inibisa ikut menular ke kota lainnya. Malioboro jogja sudah direvitalisasi dengan konsep serupa untuk pejalan kaki. Kapan kita kesana dan melengkapi foto dipostingan ini ?? 🙂

 

Indonesia harus bisa mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangan

Pagi pagi membaca postingan pak Mulyana Ahmad, tentang pangan dan kapitalisme, dimana sumber pangan sudah dikuasai oleh beberapa kapitalis besar dari hulu sampai hilir, yang bisa membuat sebuah negara menjadi sangat tergantung kepada pemilik sumber sumber pangan itu. Padahal, negara ini yang terkenal dengan tanahnya yang luas, kaya sumberdaya alam, tetapi minim yang  mau mengolahnya sehingga harus tergantung dari impor. berikut tulisannya itu

kapitalisme2

Ketahanan Pangan Vs Kapitalisme

Kemajuan teknologi budidaya, pasca panen dan pengolahan pangan telah menyebabkan sumber pangan dikuasai dan terkonsentrasi pada kelompok usaha tertentu. Kapitalis pangan ini bertingkat mulai dari tingkat global, regional dan lokal.
Kapitalis yang mengontrol dan mengendalikan pangan dunia adalah: Pepsico, Nestle, Kellog, Danone, Coca cola, Kraft, Tyson, Mars dll. Tidak ada pengolahan pangan dengan omset kurang dari Rp 1 triliun luput dari kelompok ini. Kapitalis regional seperti kelompok Charoen Pokphand, Kerry, Tipco dll. Mereka masuk pada segmen pangan bernilai Rp 0,5 triliun ke atas. Kapitalis lokal seperti indofood, sinar mas, garuda food dll, tidak ada usaha makanan dgn nilai kapital 50 milyar yg luput dari kelompok ini.

Kapitalis makanan ini menguasai dari hulu sampai kehilir. Membuat persaingan tdk seimbang. Perkebunan buah dan sayur apapun yang anda tanam, tdk akan mampu bersaing dengan pulpy orange atau Tipco. Karena hanya buah segar terbaik yg mereka jual, sedangkan buah grade 2 dan 3 langsung mereka olah menjadi pulpy orange atau juice buah aneka rasa dan dalam aneka kemasan.

Anda ingin beternak ayam? Bila tdk masuk dlm mitra Charoen Pokphand, berarti anda akan menjadi pembeli DOC, pakan, obat, vitamin dari mereka. Ketergantungan yg sedemikian besar tentu pada akhirnya akan merugikan semua. Andai saja terjadi “katastrope” di Brazil, kita tdk akan makan tahu, tempe dan kopi kita kurang manis karena kuta import 2 juta ton kedelai dan 1,5 juta ton raw sugar dari Brazil. Andai hubungan politik kita terganggu dgn Australia, berarti kita tdk akan cukup makan daging sapi. Nasinya juga pasti kurang kalau hubungan kita dgn vietnam terganggu.

Artikel ini sy buat bukan untuk melawan kapitalisme tapi untuk menggugah kesadaran akan pentingnya kemandirian. Sangat penting bagi sebuah bangsa untuk mampu menyediakan sendiri kebutuhan pangan dasar meliputi sumber karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Ketahanan pangan adalah menjadi bagian terpenting dalam ketahanan nasional dan ketahanan semesta.

Baca lebih lanjut

membuat android yang belum support OTG menjadi bisa OTG

Mengikutin tips dari situs ini , buat android evercoss A75

https://jalantikus.com/tips/cara-membuat-android-support-otg/

  1. Sudah di root
  2. Sudah dibuatin file android.hardware.usb.host.xml pakai notepad++
  3. File sudah dicopy ke /etc/permision
  4. Dicek pakai USB check, masih belum berhasil.. masih ada yang centang merah.

Mungkin karena gak pegang langsung handheldnya, jadi gak bisa langsung oprek ya…  cuma ngasih tutorial lewat aplikasi chat , sepertinya perlu turun langsung buat oprek handheldnya jadi ngerti kesalahan ada dimana..

 

oke.. tunggu waktunya kapan bisa bawa handheldnya itu. 😀