IMG_20171005_201725.jpg

Persiapan 5 hari ‘ nggregesi’ dan minum obat 5 kali sehari. Ayo tetap sehat cah…

Iklan

ngelmu

jika kamu tidak mau menahan letihnya menimba ilmu, maka esok kamu harus mau menjalani hidup dalam kebodohan.  – imam syafi’i –

 

setiap buku adalah ilmu, setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah.

Beda jam 1 siang dan jam 3 sore

Alhamdulillah, tahap kedua sudah bisa dilalui, walau belum dengan hasil terbaik. Tetap Alhamdulillah bisa menyelesaikannya.

Satu langkah anak tangga sudah bisa di gapai, masih banyak anak tangga berikutnya di depan.

Tetap semangat belajar, karena ilmu tidak ada habisnya. Karena dirimu tidak banyak yang engkau ketahui,

Jalan sore

Mencoba suasana trotoar baru yang luas… Nyaman sekali buat pejalan kaki, tanpa takut jalan yang naik turun, berlubang, ataupun kendaraan yang parkir di trotoar (untuk saat ini)

Dalam perjalanan, menemukan prasasti seperti ini.


Ketemu di jalan juanda dago

Sebagai pengingat

 

Sayang kalau tidak diabadikan.

Dari fase pembuatan sudah sering kali lewat trotoar jalan ini jadi bisa merasakan perubahannya. Top dah buat pak wali. Semoga konsep inibisa ikut menular ke kota lainnya. Malioboro jogja sudah direvitalisasi dengan konsep serupa untuk pejalan kaki. Kapan kita kesana dan melengkapi foto dipostingan ini ?? 🙂

 

Indonesia harus bisa mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangan

Pagi pagi membaca postingan pak Mulyana Ahmad, tentang pangan dan kapitalisme, dimana sumber pangan sudah dikuasai oleh beberapa kapitalis besar dari hulu sampai hilir, yang bisa membuat sebuah negara menjadi sangat tergantung kepada pemilik sumber sumber pangan itu. Padahal, negara ini yang terkenal dengan tanahnya yang luas, kaya sumberdaya alam, tetapi minim yang  mau mengolahnya sehingga harus tergantung dari impor. berikut tulisannya itu

kapitalisme2

Ketahanan Pangan Vs Kapitalisme

Kemajuan teknologi budidaya, pasca panen dan pengolahan pangan telah menyebabkan sumber pangan dikuasai dan terkonsentrasi pada kelompok usaha tertentu. Kapitalis pangan ini bertingkat mulai dari tingkat global, regional dan lokal.
Kapitalis yang mengontrol dan mengendalikan pangan dunia adalah: Pepsico, Nestle, Kellog, Danone, Coca cola, Kraft, Tyson, Mars dll. Tidak ada pengolahan pangan dengan omset kurang dari Rp 1 triliun luput dari kelompok ini. Kapitalis regional seperti kelompok Charoen Pokphand, Kerry, Tipco dll. Mereka masuk pada segmen pangan bernilai Rp 0,5 triliun ke atas. Kapitalis lokal seperti indofood, sinar mas, garuda food dll, tidak ada usaha makanan dgn nilai kapital 50 milyar yg luput dari kelompok ini.

Kapitalis makanan ini menguasai dari hulu sampai kehilir. Membuat persaingan tdk seimbang. Perkebunan buah dan sayur apapun yang anda tanam, tdk akan mampu bersaing dengan pulpy orange atau Tipco. Karena hanya buah segar terbaik yg mereka jual, sedangkan buah grade 2 dan 3 langsung mereka olah menjadi pulpy orange atau juice buah aneka rasa dan dalam aneka kemasan.

Anda ingin beternak ayam? Bila tdk masuk dlm mitra Charoen Pokphand, berarti anda akan menjadi pembeli DOC, pakan, obat, vitamin dari mereka. Ketergantungan yg sedemikian besar tentu pada akhirnya akan merugikan semua. Andai saja terjadi “katastrope” di Brazil, kita tdk akan makan tahu, tempe dan kopi kita kurang manis karena kuta import 2 juta ton kedelai dan 1,5 juta ton raw sugar dari Brazil. Andai hubungan politik kita terganggu dgn Australia, berarti kita tdk akan cukup makan daging sapi. Nasinya juga pasti kurang kalau hubungan kita dgn vietnam terganggu.

Artikel ini sy buat bukan untuk melawan kapitalisme tapi untuk menggugah kesadaran akan pentingnya kemandirian. Sangat penting bagi sebuah bangsa untuk mampu menyediakan sendiri kebutuhan pangan dasar meliputi sumber karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Ketahanan pangan adalah menjadi bagian terpenting dalam ketahanan nasional dan ketahanan semesta.

Baca lebih lanjut

membuat android yang belum support OTG menjadi bisa OTG

Mengikutin tips dari situs ini , buat android evercoss A75

https://jalantikus.com/tips/cara-membuat-android-support-otg/

  1. Sudah di root
  2. Sudah dibuatin file android.hardware.usb.host.xml pakai notepad++
  3. File sudah dicopy ke /etc/permision
  4. Dicek pakai USB check, masih belum berhasil.. masih ada yang centang merah.

Mungkin karena gak pegang langsung handheldnya, jadi gak bisa langsung oprek ya…  cuma ngasih tutorial lewat aplikasi chat , sepertinya perlu turun langsung buat oprek handheldnya jadi ngerti kesalahan ada dimana..

 

oke.. tunggu waktunya kapan bisa bawa handheldnya itu. 😀