IMG_20171005_201725.jpg

Persiapan 5 hari ‘ nggregesi’ dan minum obat 5 kali sehari. Ayo tetap sehat cah…

Iklan

ngelmu

jika kamu tidak mau menahan letihnya menimba ilmu, maka esok kamu harus mau menjalani hidup dalam kebodohan.  – imam syafi’i –

 

setiap buku adalah ilmu, setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah.

Beda jam 1 siang dan jam 3 sore

Alhamdulillah, tahap kedua sudah bisa dilalui, walau belum dengan hasil terbaik. Tetap Alhamdulillah bisa menyelesaikannya.

Satu langkah anak tangga sudah bisa di gapai, masih banyak anak tangga berikutnya di depan.

Tetap semangat belajar, karena ilmu tidak ada habisnya. Karena dirimu tidak banyak yang engkau ketahui,

tulisan buat ayah

Mencoba untuk menuliskan kembali postingan dari pak dosen, tentang parenting. Sumbernya dari postingan facebook ini   , berikut ini tulisan dari beliau

*KETIKA BAHU AYAH, SENYAMAN NENEN BUNDA*

Duhai para ayah, jika anakmu mulai curhat hal-hal paling pribadi dirinya, berbahagialah karena engkau telah merebut “kepercayaannya”. Sebab bisa jadi anakmu justru merasa nyaman curhat dengan temannya, apalagi jika temannya itu lawan jenisnya. Kepercayaan anakmu telah direbut oleh pihak yg sangat mungkin tak tanggungjawab, sekedar mencari kesenangan dunia muda. Perkara horor bisa bermula.

Rasa percaya dan nyaman itulah yg menjadikan Yusuf curhat pada ayahandanya Ya’kub.

Duhai para ayah, jika anakmu sudah mulai main rahasia-rahasia-an, kamarnya sering dikunci, hp/gadgetnya mulai tdk boleh disentuh buka ayahnya, dll, curiga-khawatirlah bahwa itu adalah sinyal penanda sesuatu yg horor sedang bermula. Privasi anak itu soal lain. Ini adalah soal keterbukaan antara anak dan ayah, kenyamanan saling berkomunikasi.

Saling terbuka rahasia dg nyaman itulah yg terjadi pada Ibrahim dan Ismail, sang ayah dan sang anak, demikian juga sebaliknya.

Duhai para ayah, jika bahumu sudah bisa menenangkan anakmu, bahkan saking nyamannya membuat anak terlelap, seperti tenangnya anak saat nenen (maaf diksinya sengaja vulgar) pada ibunya, keributan yg hanya bisa teredakan dg senjata pamungkas: “nenen”, bahkan melelapkannya hingga pulas. Maka berbahagialah duhai ayah, karena bahumu bisa menyamankan anakmu, senyaman nenen bunda, senyaman pelukan bunda. Karena bisa jadi bahumu yg menyamankan itu akan menjadi modal besar saat anak mencari kenyamanan di masa puber, saat anak mencari sandaran di persimpangan-persimpangan kritis fase pendewasaannya.

Maka siapkanlah bahumu untuk anakmu, buatlah ia nyaman di bahumu, maka engkau akan merasakan, betapa bahagianya menjadi ayah, melebihi bahagianya paper ilmiah yg diterima di jurnal internasional Q1.

Kapan anakmu menyandarkan kepalanya di bahumu? Kapan anakmu terakhir curhat padamu? Kapan terakhir kau usap lembut kepalanya? Kapan terakhir kali kau tatap jeli matanya bak bidadari itu? Kapan terakhir kali kau doakan anakmu, pada rintihan doamu yg paling syahdu?

 

Mengingatkan kembali jika anak anak membutuhkan sentuhan dari orang tuanya, tidak hanya minta dicukupi kebutuhan materinya. Sudah banyak postingan tentang apa yang diinginkan anak dari orang tuanya, beberapa tentu minta mainan , jajanan, dan sebagainya. Tetapi jika ditelusuri lebih lanjut, biasanya diujung permintaan itu, biasanya terselip meminta waktu untuk bersama orang tuanya.

Menggendong anak ketika kecil, bagi sebagian ortu baru biasanya dikomentari ” jangan sering di gendong, nanti bau tangan, maunya digendong terus “. ya, mungkin itu ada benarnya, tapi untuk balita, jika digendong orang tua itu merupakan sebuah kenyamanan, tentunya dia akan meminta. Mungkin saat dia sedang sedih, capek, marah dan suasana hati sedang tidak enak, hanya dekapan dalam gendongan orang tuanya lah yang bisa menenangkannya. Juga, kalau ada cowo/ bapak2 yang jalan jalan sambil menggendong anaknya, tidak akan turun peringkatnya jadi seorang cewe/ibu2.  Bahkan jika bisa membuat anak tidur dalam dekapanmu, itu sesuatu yang ‘wah’ menurutku.

Jika sedari kecil anak sudah nyaman dengan orang tuanya, merasa dekat dengan orang tuanya, tentunya akan mudah baginya tuk berbagi cerita dengan orang dekatnya.

notebook lagi minta perhatian

awalnya sudah menduga kalau baterai notebook ini akan berakhir masa pakainya, terlihat dari estimasi pemakaian saat menggunakan baterai, yang terus menurun, tapi tidak mengira akan lebih cepat dari perkiraan. Dari yang semula bisa digunakan untuk 3 jam, tiba tiba statusnya langsung 0% dan tidak bisa charging saat dipasangkan colokan chargingnya. Pada indikator terlihat keterangan ” plugin not charging “. Berbekal video youtube untuk mengatasi masalah plugin not charging tersebut, seperti melepas baterai lalu menggunakan power adapter, selanjutnya uninstall dari device manager software yang mengatur baterainya, selanjutnya baterai dipasang lagi dan berharap sistem langsung mengenali dan langsung menginstall aplikasi management baterai nya, tetapi meski bolak balik sudah dilakukan, tetap saja statusnya “pluging not charging”. Ya sudahlah, ternyata cara tersebut belum berhasil.  Ikhtiar dilanjutkan ke service notebook, buat menanyakan permasalahan ini. Begitu ditempat service, langsung divonis ini baterainya yang bermasalah, tidak pada software. Well. berarti perburuan selanjutnya adalah baterai, dimana untuk tipe ini agak jarang toko yang memilikinya. Beberapa toko online yang dihubungi juga sedang kehabisan stok dan belum tahu kira kira kapan akan restok lagi. Bahkan ada toko yang menawarkan inden untuk baterai ini karena kebetulan ada rekannya sedang di cina sehingga bisa dititipkan untuk membawanya, hand carry , jika bisa, tetapi jika tidak lolos, mau tak mau harus menggunakan jasa ekspedisi yang bisa memakan waktu 4 s.d 6 minggu.. haduwh….. Tetapi akhirnya mendapat kabar baik, toko tersebut bisa dapat stok baterai yang aku cari, cuma ada 4 buah, jadi segera ditindaklanjuti dengan memburunya ke toko bersangkutan di mangga dua square. (IE depo laptop)

Tetapi rupanya sinoby memang lagi perlu perhatian banyak, ketika ditoko buat menanyakan jenis baterai noby, gak sengaja tas backpack yang dibawa jatuh, karena reflek buat mengambil tas yang mau jatuh, malah tangan satunya menyenggol si noby sehingga jatuh ke lantai..  “brakkk”. lumayan kencang suaranya. Mugkin kalau melihat kejadian itu, bisa campur aduk perasaan melihat noby jatuh  dan membentur lantai. Cek secara cepat, tidak ada kerusakan pada layar dan bagian lain, oke masih cukup tenang dan digunakan seperti biasa. Namun esok harinya, mulai menunjukan adanya perubahan pada engsel, mulai yang susah dibuka dan ditutup karena posisi layar seperti tidak simetris dengan keyboard, dan puncaknya  layar tidak bisa dibuka, karena seperti terlihat ada yang lepas pada bagian engsel. ya sudahnya, terpaksa harus dirawat inap di femtacom. Lumayan juga buat perbaikan baterai dan engsel ini… 😀

Kembali ke Titik Nol

Sudah lama mengikuti postingan video youtube tentang mas Saptuari Sugiharto, selain dari ustadz Salim A Fillah. apa mungkin karena asalnya dari jogja ya?? hehe… entahlah, cuma enak aja dengan cara penyampaianya. Karena diselingi dengan guyonan guyonan, jadi gak “spaneng “. Kebetulan kemarin menemukan postingan tentang seminar kembali ke titik nol, setelah di cari, sumbernya dari website salingsapa.com. hee… lumayan dapat kualitas video yang lebih bagus daripada yang awal ditemukan. Mungkin karena berniat untuk menyunting frame bagian luar dari videonya sehingga seperti terlihat terpotong. Berikut videonya :

Baca lebih lanjut