Diproteksi: Hufftt… :(

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

27 oktober 2017

Kembali lagi menulis di tanggal 27 oktober. Biasanya yang di ingat adalah HLN, hari listrik nasional. Tahun ini temanya adalah ‘ Kerja Bersama Terangi Indonesia’. Entahlah, jika diperhatikan, 2 tahun belakangan ini banyak tema yang berkaitan dengan kerja. hemm.. mungkin lagi zamannya menggunakan tema itu. Cuma diriku ini masih terkesan dengan tema HLN ke 67 tahun 2012, yaitu ” semangat kerja kami adalah energi untuk melistriki nusantara ”

Kalau mendengar pembacaan naskah sejarah setiap upacara, kurang lebihnya seperti ini

Sejarah kelistrikan Indonesia telah dimulai pada akhir abad ke 19, pada saat beberapa perusahaan Belanda, antara lain pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Kelistrikan untuk umum mulai ada pada saat perusahaan swasta Belanda yaitu N V. Nign, yang semula bergerak di bidang gas memperluas usahanya di bidang penyediaan listrik untuk umum.

Pada tahun 1927 pemerintah Belanda membentuk s\\\’Lands Waterkracht Bedriven (LWB), yaitu perusahaan listrik negara yang mengelola PLTA Plengan, PLTA Lamajan, PLTA Bengkok Dago, PLTA Ubrug dan Kracak di Jawa Barat, PLTA Giringan di Madiun, PLTA Tes di Bengkulu, PLTA Tonsea lama di Sulawesi Utara dan PLTU di Jakarta. Selain itu di beberapa Kotapraja dibentuk perusahaan-perusahaan listrik Kotapraja.

Setelah Belanda menyerah kepada Jepang dalam perang dunia 2, maka Indonesia dikuasai Jepang. Perusahaan listrik dan gas juga diambil alih oleh Jepang, dan semua personil dalam perusahaan listrik tersebut diambil alih oleh orang-orang Jepang.

Dengan jatuhnya Jepang ke tangan Sekutu, dan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, kesempatan yang baik ini dimanfaatkan oleh pemuda dan buruh listrik dan gas untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan listrik dan gas yang dikuasai Jepang.

Setelah berhasil merebut perusahaan listrik dan gas dari tangan Jepang, pada bulan September 1945 suatu delegasi dari buruh\/pegawai listrik dan gas menghadap pimpinan KNI Pusat yang pada waktu itu diketuai oleh M. Kasman Singodimedjo untuk melaporkan hasil perjuangan mereka.

Selanjutnya, delegasi bersama-sama dengan pimpinan KNI Pusat menghadap Presiden Soekarno, untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan listrik dan gas kepada pemerintah Republik Indonesia. Penyerahan tersebut diterima oleh Presiden Soekarno, dan kemudian dengan Penetapan Pemerintah No. 1 tahun 1945 tanggal 27 Oktober 1945 dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga.

Penetapan secara resmi 27 Oktober 1945 sebagai Hari Listrik dan Gas berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Nomor 20 tahun 1960, namun kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik Nomor 235 /KPTS / 1975 tanggal 30 September 1975 peringatan Hari Listrik dan Gas yang digabung dengan Hari Kebaktian Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang jatuh pada tanggal 3 Desember.

Mengingat pentingnya semangat dan nilai-nilai hari listrik, maka berdasarkan keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1134.k. / 43.pe /1992 tanggal 31 Agustus 1992 ditetapkanlah tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional.

ya kira kira begitulah sejarahnya. Mungkin jika tidak dibacakan setiap upacara, tidak akan mengerti bagaimana sejarahnya ini, Padahal yo penting bagi yang berkecimpung didalamnya.

Lagi lagi tanggal 27 oktober juga diperingati sebagai hari blogger nasional. Mungkin saat ini sudah semakin berkurang orang yang menulis blog. Kebanyakan sudah menggunakan video blog, seperti yang dulu pernah ku tulis. sekarang tinggal orang orang tertentu saja yang masih setia menggunakan blog untuk berbagi ide dan pengetahuan. Lalu apakah tulisan/ note di dalam facebook bisa dikategorikan sebagai blog. Karena banyak juga yang sharing info-info bermanfat melalui note di facebook itu ataupun melalui status facebooknya. tapi jika tidak termasuk blog, tapi tetap saja infonya berguna. Terima kasih untuk yang sudah berbagi info bermanfaat itu.

 

ngelmu

jika kamu tidak mau menahan letihnya menimba ilmu, maka esok kamu harus mau menjalani hidup dalam kebodohan.  – imam syafi’i –

 

setiap buku adalah ilmu, setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah.

Beda jam 1 siang dan jam 3 sore

Alhamdulillah, tahap kedua sudah bisa dilalui, walau belum dengan hasil terbaik. Tetap Alhamdulillah bisa menyelesaikannya.

Satu langkah anak tangga sudah bisa di gapai, masih banyak anak tangga berikutnya di depan.

Tetap semangat belajar, karena ilmu tidak ada habisnya. Karena dirimu tidak banyak yang engkau ketahui,